Jumat, 06 September 2013

TRANSPORT LAYER

TUGAS MAKALAH JARINGAN KOMPUTERLAYER 4 : TRANSPORT LAYERNAMA DOSEN :
 Moch. Dedy Subekti, S.Kom, MT.
                                         MAHASISWA: Ujang Burhanudin                                    

NPM : 201243501238
                




                                       KELAS S.3.H                                  

   PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK, MATEMATIKA, DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI2013
KATA PENGANTAR

Pengertian Model OSI

     OSI (Open System Interconnection), dikembangkan oleh ISO (International Standards

Organization). Model berlapis, dengan membagi dalam 7 lapisan dimana setiap lapisan melaksanakan bagian dari keseluruhan fungsi yang diperlukan dalam komunikasi dataa)      Application Layer 

b)      Presentation Layer
c)      Session Layer
d)      Transport Layer
e)      Network Layer
f)        Data Link Layer
g)      Physical Layer
Model referensi OSI (Open System Interconnection) menggambarkan bagaimana informasi dari suatu software aplikasi di sebuah komputer berpindah  melewati sebuah media jaringan ke suatu software aplikasi di komputer lain. Model referensi OSI secara konseptual terbagi ke dalam 7 lapisan dimana masing-masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik, seperti yang dijelaskan oleh gambar 2.1 (tanpa media fisik). Model ini diciptakan berdasarkan sebuah proposal yang dibuat oleh the International Standards Organization (ISO) sebagai langkah awal menuju standarisasi protokol internasional yang digunakan pada berbagai layer Model ini disebut ISO OSI (Open System Interconnection) Reference Model karena model ini ditujukan bagi pengkoneksian open system. Open System dapat diartikan sebagai suatu sistem yang terbuka untuk berkomunikasi dengan sistem-sistem lainnya. Untuk ringkas-nya, kita akan menyebut model tersebut sebagai model OSI saja.

Pengertian OSI Layer.
               Lapisan transpor atau transport layer adalah lapisan keempat dari model referensi jaringan OSI, Layer ini berada di bawah Session Layer dan di atas Network Layer.Layer ini termasuk kedalam Lower Layer atau kelompok yang lebih dekat ke mesin. Secara umm layer ini menangani Lapisan transpor bertanggung jawab untuk menyediakan layanan-layanan yang dapat diandalkan kepada protokol-protokol yang terletak di atasnya.
Dalam keadaan normal, transport layer membuat koneksi jaringan yang berbeda bagi setiap koneksi transport yang diperlukan oleh session layer. Bila koneksi transport memerlukan throughput yang tinggi, maka transport layer dapat membuat koneksi jaringan yang banyak. Transport layer membagi-bagi pengiriman data ke sejumlah jaringan untuk meningkatkan throughput. Di lain pihak, bila pembuatan atau pemeliharaan koneksi jaringan cukup mahal, transport layer dapat menggabungkan beberapa koneksi transport ke koneksi jaringan yang sama. Hal tersebut dilakukan untuk membuat penggabungan ini tidak terlihat oleh session layer.            Transport layer juga menentukan jenis layanan untuk session layer, dan pada gilirannya jenis layanan bagi para pengguna jaringan. Jenis transport layer yang paling populer adalah saluran error-free point to point yang meneruskan pesan atau byte sesuai dengan urutan pengirimannya. Akan tetapi, terdapat pula jenis layanan transport lainnya. Layanan tersebut adalah transport pesan terisolasi yang tidak menjamin urutan pengiriman, dan membroadcast pesan-pesan ke sejumlah tujuan.  Jenis layanan ditentukan pada saat koneksi dimulai.            Transport layer merupakan layer end to end sebenarnya, dari sumber ke tujuan. Dengan kata lain, sebuah program pada mesin sumber membawa percakapan dengan program yang sama dengan pada mesin yang dituju. Pada layer-layer bawah, protokol terdapat di antara kedua mesin dan mesin-mesin lain yang berada didekatnya. Protokol tidak terdapat pada mesin sumber terluar atau mesin tujuan terluar, yang mungkin dipisahkan oleh sejumlah router. Perbedaan antara layer 1 sampai 3 yang terjalin, dan layer 4 sampai 7 yang end to end.
Beberapa protokol yang mengggunakan layer ini adalah :1.      TCP
2.      ARP
3.      RARP
4.      SPX
5.      NWLink
6.      NetBIOS
7.      NetBEUI
8.      ATP

 Fungsi Transport Layer            Transport berfungsi untuk memecah data kedalam paket-paket data seta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima Koneksi tambahan yang berperan di bawah session-layer, diantaranya :·         Mengatur alur (flow control) untuk menjamin bahwa perangkat yang mentransmisikan data tidak mengirimkan lebih banyak data daripada yang dapat ditangani oleh perangkat yang menerimanya.
·         Mengurutkan paket (packet sequencing), yang dilakukan untuk mengubah data yang hendak dikirimkan menjadi segmen-segmen data (proses ini disebut dengan proses segmentasi/segmentation), dan tentunya memiliki fitur untuk menyusunnya kembali.
·         Penanganan kesalahan dan fitur acknowledgment untuk menjamin bahwa data telah dikirimkan dengan benar dan akan dikirimkan lagi ketika memang data tidak sampai ke tujuan.
·         Multiplexing, yang dapat digunakan untuk menggabungkan data dari bebeberapa sumber untuk mengirimkannya melalui satu jalur data saja.
·         Pembentukan sirkuit virtual, yang dilakukan dalam rangka membuat sesi koneksi antara dua node yang hendak berkomunikasi.
Sehingga fungsi dasar transport layer adalah menerima data dari session layer, memecah data menjadi bagian-bagian yang lebih kecil bila perlu, meneruskan data ke network layer, dan menjamin bahwa semua potongan data tersebut bisa tiba di sisi lainnya dengan benar. Selain itu, semua hal tersebut harus dilaksanakan secara efisien, dan bertujuan dapat melindungi layer-layer bagian atas dari perubahan teknologi hardware yang tidak dapat dihindari.
 Konsep Transport PorotokolBeberapa konsep penting transport layer antara lain :
1.      Connection-oriented dan connectionless protocols
2.      Ports dan sockets
3.      Multiplexing
1.      Protokol connection-oriented membangun dan me-maintain koneksi antar komputer yang sedang berkomunikasi dan memonitor status koneksi tersebut setelah proses transmisi data. Dengan kata lain, untuk setiap paket data yang dikirimkan kedalam network harus ada acknowledgment yang diterima, dan mesin pengirim merekam status informasi untuk memastikan setiap paket diterima tanpa ada error, mengulang proses transmisi jika diperlukan. Pada akhir proses transmisi, mesin pengirim dan penerima memutuskan koneksi secara formal.
2.      Protokol connectionless mengirimkan datagram ke mesin tujuan dengan jalur searah dan tidak memberikan notifikasi pada mesin tujuan sebelum mengirimkan data. Mesin tujuan menerima data dan tidak memberikan konfirmasi pada pengirim tentang status data yang diterimanya.
Transport layer berfungsi sebagai interface antara network applications dengan network dan juga menyediakan metode untuk mengarahkan data-data yang diterima dari network kepada aplikasi-aplikasi tertentu secara spesifik. Dalam sistem TCP/IP, aplikasi-aplikasi bisa mengalamatkan data kepada salah satu modul protokol TCP atau UDP menggunakan nomor port. Port adalah internal address yang berfungsi sebagai jalur kecil dari aplikasi menuju transport layer dan sebaliknya. Misalnya, sebuah klien biasanya melakukan koneksi dengan aplikasi FTP pada server melalui TCP port 21.
           
 Protokol Transport Layer
            Terdapat dua protokol pada Layer 4 yang berfungsi mengangkut data antar host, yakni Transmision Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP). TCP adalah protokol berorientasi koneksi, artinya mengutamakan ketersediaan koneksi antara dua host dan menjamin message sampai ke tujuan secara berurutan tanpa ada kesalahan. UDP adalah protokol yang tidak menjamin message sampai ke tujuan, dirancang untuk aplikasi yang tidak membutuhkan urutan message.
A. Karakterisik UDP
UDP memiliki karakteristik sebagai berikut:
         connectionless
         unreliable
         mengirim message (disebut user datagram)
         tidak menyediakan software untuk memeriksa pengantaran pesan (unreliable)
         tidak mengumpulkan kembali message yang datang
         tidak menggunakan acknowledgement
         tidak menyediakan flow control
B. Format massage UDP
      Setiap message UDP disebut User Datagram, terdiri atas UDP Header dan UDP Data Area. UDP Header memiliki format sbb:
  1.  UDP Source Port (16 bit): port pengirim message
  1.  UDP Destination Port (16 bit): port tujuan
  1.  UDP  Message Length (16 bit): panjang message
  1.  UDP Checksum (16 bit): optional
Beberapa UDP Port No. tidak dapat dipakai karena dikhususkan untuk program aplikasi tertentu (reserved)
TCP adalah protokol berorientasi koneksi yang menyediakan full duplex connection antara dua host dan memungkinkan keduanya saling bertukar banyak data.
TCP mengontrol aliran data dan menggunakan jaringan secara efisien. TCP mendefinisikan pelayanan penting yang disediakan Internet, yakni reliable stream delivery.
C. Karakteristik TCP
 Berikut adalah karakteristik protokol TCP:
         Reliable
         Berorientasi koneksi
         Membagi message yang keluar menjadi segment-segment
         Mengumpulkan kembali  message pada host tujuan
         Mengirim kembali sesuatu yang tidak diterima host tujuan
         Mengumpulkan kembali message dari segment yang datang
D. Format Message TCP
Setiap message TCP disebut Segment.
  1. TCP Source Port (16 bit)
  1. TCP Destination Port (16 bit)
  1. Sequence Number (32 bit)
  1. Acknowledgement Number (32 bit)
  1. HLEN (4 bit)
  1. Reserved (6 bit)
  1. Code Bits (6 bit)
  1. Window (16 bit)
  1. Checksum (16 bit)
  1. Urgent Pointer (16 bit)


DAFTAR PUSTAKA
http://www.e-dukasi.net/
http://www.google.co.id/

 

A. Connection-Oriented dan Connectionless Protocols

 

B. Ports  dan  Sockets