TUGAS MAKALAH JARINGAN KOMPUTERLAYER 4 : TRANSPORT LAYERNAMA
DOSEN :
Moch. Dedy Subekti, S.Kom, MT.
MAHASISWA: Ujang Burhanudin
NPM : 201243501238
KELAS S.3.H
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK, MATEMATIKA, DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS
INDRAPRASTA PGRI2013
KATA PENGANTAR
Pengertian Model OSI
OSI (Open System
Interconnection), dikembangkan oleh ISO (International Standards
Organization).
Model berlapis, dengan membagi dalam 7 lapisan dimana setiap lapisan
melaksanakan bagian dari keseluruhan fungsi yang diperlukan dalam komunikasi
dataa)
Application
Layer
b)
Presentation
Layer
c)
Session Layer
d)
Transport Layer
e)
Network Layer
f)
Data Link Layer
g)
Physical Layer
Model referensi OSI (Open
System Interconnection) menggambarkan bagaimana informasi dari suatu software
aplikasi di sebuah komputer berpindah
melewati sebuah media jaringan ke suatu software aplikasi di komputer
lain. Model referensi OSI secara konseptual terbagi ke dalam 7 lapisan dimana
masing-masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik, seperti yang
dijelaskan oleh gambar 2.1 (tanpa media fisik). Model ini diciptakan
berdasarkan sebuah proposal yang dibuat oleh the International Standards
Organization (ISO) sebagai langkah awal menuju standarisasi protokol
internasional yang digunakan pada berbagai layer Model ini disebut ISO OSI
(Open System Interconnection) Reference Model karena model ini ditujukan bagi
pengkoneksian open system. Open System dapat diartikan sebagai suatu sistem
yang terbuka untuk berkomunikasi dengan sistem-sistem lainnya. Untuk
ringkas-nya, kita akan menyebut model tersebut sebagai model OSI saja.
Pengertian OSI Layer.
Lapisan transpor atau transport
layer adalah lapisan keempat dari model referensi jaringan OSI, Layer ini berada di
bawah Session Layer dan di atas Network Layer.Layer ini termasuk kedalam Lower
Layer atau kelompok yang lebih dekat ke mesin. Secara umm layer ini menangani Lapisan transpor bertanggung jawab untuk menyediakan
layanan-layanan yang dapat diandalkan kepada protokol-protokol yang
terletak di atasnya.
Dalam keadaan normal,
transport layer membuat koneksi jaringan yang berbeda bagi setiap koneksi
transport yang diperlukan oleh session layer. Bila koneksi transport memerlukan
throughput yang tinggi, maka transport layer dapat membuat koneksi jaringan
yang banyak. Transport layer membagi-bagi pengiriman data ke sejumlah jaringan
untuk meningkatkan throughput. Di lain pihak, bila pembuatan atau pemeliharaan
koneksi jaringan cukup mahal, transport layer dapat menggabungkan beberapa
koneksi transport ke koneksi jaringan yang sama. Hal tersebut dilakukan untuk
membuat penggabungan ini tidak terlihat oleh session layer. Transport layer juga menentukan jenis layanan untuk
session layer, dan pada gilirannya jenis layanan bagi para pengguna jaringan.
Jenis transport layer yang paling populer adalah saluran error-free point to
point yang meneruskan pesan atau byte sesuai dengan urutan pengirimannya. Akan
tetapi, terdapat pula jenis layanan transport lainnya. Layanan tersebut adalah
transport pesan terisolasi yang tidak menjamin urutan pengiriman, dan
membroadcast pesan-pesan ke sejumlah tujuan.
Jenis layanan ditentukan pada saat koneksi dimulai. Transport layer merupakan layer end to end sebenarnya,
dari sumber ke tujuan. Dengan kata lain, sebuah program pada mesin sumber
membawa percakapan dengan program yang sama dengan pada mesin yang dituju. Pada
layer-layer bawah, protokol terdapat di antara kedua mesin dan mesin-mesin lain
yang berada didekatnya. Protokol tidak terdapat pada mesin sumber terluar atau
mesin tujuan terluar, yang mungkin dipisahkan oleh sejumlah router. Perbedaan
antara layer 1 sampai 3 yang terjalin, dan layer 4 sampai 7 yang end to end.
Beberapa protokol yang
mengggunakan layer ini adalah :1.
TCP
2.
ARP
3.
RARP
4.
SPX
5.
NWLink
6.
NetBIOS
7.
NetBEUI
8.
ATP
Fungsi Transport Layer Transport
berfungsi untuk memecah data kedalam paket-paket data seta memberikan nomor
urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan
setelah diterima Koneksi tambahan yang berperan di
bawah session-layer, diantaranya :·
Mengatur alur (flow control) untuk
menjamin bahwa perangkat yang mentransmisikan data tidak mengirimkan lebih
banyak data daripada yang dapat ditangani oleh perangkat yang menerimanya.
·
Mengurutkan paket (packet sequencing),
yang dilakukan untuk mengubah data yang hendak dikirimkan menjadi segmen-segmen
data (proses ini disebut dengan proses segmentasi/segmentation), dan tentunya memiliki fitur untuk menyusunnya
kembali.
·
Penanganan kesalahan dan fitur acknowledgment untuk menjamin
bahwa data telah dikirimkan
dengan benar dan akan dikirimkan lagi ketika memang data tidak sampai ke
tujuan.
·
Multiplexing, yang dapat digunakan untuk
menggabungkan data dari bebeberapa sumber untuk mengirimkannya melalui satu
jalur data saja.
·
Pembentukan sirkuit virtual, yang dilakukan dalam rangka membuat sesi koneksi antara dua node yang hendak berkomunikasi.
Sehingga fungsi dasar
transport layer adalah menerima data dari session layer, memecah data menjadi
bagian-bagian yang lebih kecil bila perlu, meneruskan data ke network layer,
dan menjamin bahwa semua potongan data tersebut bisa tiba di sisi lainnya
dengan benar. Selain itu, semua hal tersebut harus dilaksanakan secara efisien,
dan bertujuan dapat melindungi layer-layer bagian atas dari perubahan teknologi
hardware yang tidak dapat dihindari.
Konsep Transport PorotokolBeberapa
konsep penting transport layer antara lain :
1.
Connection-oriented dan connectionless
protocols
2.
Ports dan sockets
3.
Multiplexing
1.
Protokol connection-oriented membangun dan me-maintain koneksi
antar komputer yang sedang berkomunikasi dan memonitor status koneksi tersebut setelah
proses transmisi data. Dengan kata lain, untuk setiap paket data yang
dikirimkan kedalam network harus ada acknowledgment yang diterima, dan mesin
pengirim merekam status informasi untuk memastikan setiap paket diterima tanpa
ada error, mengulang proses transmisi jika diperlukan. Pada akhir proses
transmisi, mesin pengirim dan penerima memutuskan koneksi secara formal.
2.
Protokol connectionless mengirimkan datagram ke mesin tujuan
dengan jalur searah dan tidak memberikan notifikasi pada mesin tujuan sebelum
mengirimkan data. Mesin tujuan menerima data dan tidak memberikan konfirmasi
pada pengirim tentang status data yang diterimanya.
Transport layer berfungsi sebagai interface antara network applications
dengan network dan juga menyediakan
metode untuk mengarahkan data-data yang diterima dari network kepada
aplikasi-aplikasi tertentu secara spesifik. Dalam sistem TCP/IP,
aplikasi-aplikasi bisa mengalamatkan data kepada salah satu modul protokol TCP
atau UDP menggunakan nomor port. Port adalah internal address yang berfungsi
sebagai jalur kecil dari aplikasi menuju transport layer dan sebaliknya.
Misalnya, sebuah klien biasanya melakukan koneksi dengan aplikasi FTP pada
server melalui TCP port 21.
Protokol Transport Layer
Terdapat dua protokol pada Layer 4
yang berfungsi mengangkut data antar host, yakni Transmision Control Protocol
(TCP) dan User Datagram Protocol (UDP). TCP adalah protokol berorientasi
koneksi, artinya mengutamakan ketersediaan koneksi antara dua host dan menjamin
message sampai ke tujuan secara berurutan tanpa ada kesalahan. UDP adalah
protokol yang tidak menjamin message sampai ke tujuan, dirancang untuk aplikasi
yang tidak membutuhkan urutan message.
A. Karakterisik UDP
UDP memiliki karakteristik sebagai berikut:
•
connectionless
•
unreliable
•
mengirim
message (disebut user datagram)
•
tidak
menyediakan software untuk memeriksa pengantaran pesan (unreliable)
•
tidak
mengumpulkan kembali message yang datang
•
tidak
menggunakan acknowledgement
•
tidak
menyediakan flow control
B. Format massage UDP
Setiap message UDP disebut User Datagram, terdiri atas UDP Header dan UDP
Data Area. UDP Header memiliki format sbb:
- UDP Source
Port (16 bit): port pengirim message
- UDP
Destination Port (16 bit): port tujuan
- UDP Message Length (16 bit): panjang message
- UDP
Checksum (16 bit): optional
Beberapa UDP Port No.
tidak dapat dipakai karena dikhususkan untuk program aplikasi tertentu
(reserved)
TCP adalah protokol
berorientasi koneksi yang menyediakan full duplex connection antara dua host
dan memungkinkan keduanya saling bertukar banyak data.
TCP mengontrol aliran
data dan menggunakan jaringan secara efisien. TCP mendefinisikan pelayanan
penting yang disediakan Internet, yakni reliable stream delivery.
C. Karakteristik TCP
Berikut adalah karakteristik protokol TCP:
•
Reliable
•
Berorientasi koneksi
•
Membagi message yang
keluar menjadi segment-segment
•
Mengumpulkan
kembali message pada host tujuan
•
Mengirim kembali sesuatu
yang tidak diterima host tujuan
•
Mengumpulkan kembali
message dari segment yang datang
D. Format Message TCP
Setiap message TCP
disebut Segment.
- TCP Source Port (16 bit)
- TCP Destination Port (16 bit)
- Sequence Number (32 bit)
- Acknowledgement Number (32 bit)
- HLEN (4 bit)
- Reserved (6 bit)
- Code Bits (6 bit)
- Window (16 bit)
- Checksum (16 bit)
- Urgent Pointer (16 bit)
DAFTAR
PUSTAKA
http://www.e-dukasi.net/
http://www.google.co.id/